Selasa, 04 September 2018

PSIKOLOGI PELAYANAN by Raudhatul Muzaiarah





PSIKOLOGI PELAYANAN



PENGERTIAN PSIKOLOGI

      Menurut Plato, Psikologi adalah adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari sifat, hakekat dan hidup jiwa manusia. Psikologi berasal dari bahasa romawi dimana Psyche artinya jiwa dan Logos berarti Ilmu Pengetahuan.
      Menurut Mc Dougal, Psikologi adalah ilmu pegetahuan yang mempelajari tingkah laku manusia atau human behaviour. jadi, Psikologi adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia. Psikologi diperlukan karena kita dilahirkan sebagai mahluk sosial yang selalu berhubungan antara yang satu dengan yang lainnya. Dalam berhubungan dengan manusia kita memerlukan ilmu psikologi.


PENGERTIAN PELAYANAN

      Pelayanan adalah proses interaksi untuk pemenuhan kebutuhan melalui aktivitas orang lain secara langsung antara staff dengan pelanggan.
Ada pun beberapa pengertian menurut para ahli :
1. Menurut Kotler (1994), pelayanan adalah aktivitas atau hasil yang dapat ditawarkan oleh sebuah lembaga kepada pihak lain yang biasanya tidak dapat dilihat, dan hasilnya tidak dapat dimiliki oleh pihak lain tersebut.
2. Menurut Hadipranata (1980) bahwa, pelayanan adalah aktivitas tambahan di luar tugas pokok (job description) yang diberikan kepada konsumen-pelanggan, nasabah, dan sebagainya-serta dirasakan baik sebagai penghargaan maupun penghormatan.
      Dari pengertian tersebut, dapat disimpulkan bahwa Psikologi Pelayanan adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia dalam proses interaksi kerja antara pelanggan/tamu/klien/nasabah/pasien dan para perugas/pegawai/karyawan.


PELAYANAN DI INDONESIA

      Dewasa ini, kita dapat melihat pengembangan Indonesia dalam berbagai hal, terutama dalam hal perindustrian. Oleh karena perkembangan dunia yang kian meningkat dalam berbagai bidang, tidak terkentinggalan dalam hal pelayanan di berbagai perindustrian juga meningkat dan semakin membaik.
      Dapat kita lihat sekarang pelayanan-pelayanan di BUMN dan BUMS yang terus meningkat terutama dalam hal pelayanan agar tidak kalah saing dengan perusahaan serupa. Sebagai contohnya, pelayanan di Direktorat Jendral Pajak, dimana pada awal-awal pemungutan pajak dilakukan di dalam negri menggunakan administrasi secara manual karena pada saat itu belum adanya tekhnologi seperti pada saat ini. Namun yang kita rasakan saat ini, saat Wajib Pajak ingin melakukan kewajiban perpajakannya maka hanya membutuhan waktu beberapa menit saja, tidak sampai satu jam. Jika kita bandingkan perkembangan dari saat awal hingga saat ini, maka sangat jauh berbeda. Apalagi kita dapat melihat data-data hanya melalui ponsel. Namun apabila kita melihat perkembangan di negara-negara maju, indonesia masih tertinggal jauh.